Hotline Pemesanan : 0813-1588-7955 / 0856-0927-2668 | COD JABODETABEK | Jam Kerja : 06.00 – 22.00 WIB
Bagaimana Cara Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini
Hotline: 0813-1588-7955

Bagaimana Cara Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini

Pencegahan kanker serviks harus kaum ibu lakukan sejak dini sebelum terlambat. Karena kanker serviks yang sudah memasukin stadium lanjut tentunya lebih kecil peluang kesembuhannya dibandingkan saat pra kanker serviks.

Berikut ini adalah cara pencegahan kanker serviks yang bisa Anda ikuti.

Skrining Serviks

Pencegahan Kanker ServiksSkrining serviks seperti tes Pap Smear dapat dilakukan secara rutin untuk deteksi dini sel abnormal ataupun kanker. Dengan tes ini, dokter dapat mengetahui bilamana terdapat sel serviks yang abnormal.

Setelah menjalani Pap Smear jika didapati adanya perubahan sel serviks Anda, maka dapat dilakukan pengobatan untuk mencegah kemungkinan sel abnormal tersebut menjadi kanker serviks di kemudian hari. Mendeteksi sel abnormal sejak dini dengan menjalani tes Pap smear secara rutin, merupakan langkah terbaik untuk pencegahan kanker serviks.

Seberapa rutin tes Pap Smear harus dilakukan berbeda-beda untuk masing-masing individu. Dokter akan merekomendasikan berdasarkan usia dan berbagai faktor risiko yang Anda punya.

Baca Juga : Pengobatan Herbal Kanker Serviks

Berhenti Merokok

Pencegahan kanker serviks selanjutnya adalah dengan membuang kebiasaan merokok. Karena para perokok aktif ataupun perokok pasif (menghirup asap rokok) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami perubahan pada sel serviks, yang di kemudian hari dapat berkembang menjadi sel kanker serviks.

Baca juga : Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh

Vaksin HPV

Bagi kaum hawa yang berusia di bawah 26 tahun, dan belum pernah melakukan hubungan intim. Maka mendapatkan vaksin HPV adalah cara pencegahan selanjutnya. Vaksin HPV yakni: Cervarix, Gardasil, dan Gardasil 9 akan melindungi tubuh terhadap infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Vaksin HPV paling dianjurkan untuk anak-anak usia 11-12 tahun, tetapi juga dapat diberikan sejak usia 9 tahun. Untuk perempuan yang belum pernah mendapatkan vaksin semasa kecil, masih bisa diberi vaksin HPV sampai usia 26 tahun.

Dengan mendapatkan vaksin HPV maka diharapkan dapat mempunyai kekebalan/imunitas tubuh yang dapat menetralkan infeksi HPV. Namun bukan berarti Anda pasti bebas untuk terinfeksi HPV, oleh karenanya perlu pencegahan dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan tertular HPV.

Mengurangi Risiko Terkena Infeksi HPV

Mencegah infeksi HPV jauh lebih mudah daripada mengobati infeksi setelah terjadi. Infeksi HPV biasanya tidak menimbulkan gejala, sehingga Anda atau pasangan Anda mungkin tidak tahu kalau sudah terinfeksi.

Berikut ini adalah cara untuk mengurangi risiko terkena infeksi HPV:

  • Jangan melakukan hubungan intim dengan pasangan yang terinfeksi HPV. Memang banyak orang yang tidak tahu jika dirinya terinfeksi virus seperti HPV. Karena infeksi virus ini biasanya baru menunjukan gejala setelah 6 bulan. Untuk itu setiap pasangan perlu rutin untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.
  • Bertanggung jawablah.
    • Hindari hubungan intim dengan pasangan jika Anda mengalami infeksi HPV atau penyakit menular seksual.
    • Hindari hubungan intim dengan siapa saja yang mengalami infeksi HPV atau yang mungkin telah terkena penyakit menular seksual.
  • Setia dengan pasangan Anda. Semakin sedikit Anda memiliki pasangan untuk berhubungan intim, semakin baik pencegahan penularan HPV atau penyakit menular lainnya. Risiko Anda untuk terkena infeksi HPV akan meningkat jika Anda memiliki beberapa pasangan seksual lebih dari satu.

HPV merupakan penyebab utama penyakit kanker serviks. Karena itu dengan mengikuti cara-cara diatas berarti Anda sudah selangkah lebih maju untuk pencegahan kanker serviks.

Kesimpulan

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan sejak dini yakni dengan mendapatkan vaksin HPV. Kemudian dapat dilanjutkan dengan rutin melakukan skrining serviks seperti tes Pap Smear. Selain itu jauhi kebiasan buruk seperti merokok dan bergonta ganti pasangan intim.

Related Post

Bagikan Info Bermanfaat Ini
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this page

Leave a Reply