Hotline Pemesanan : 0813-1588-7955 / 0856-0927-2668 | COD JABODETABEK | Jam Kerja : 06.00 – 22.00 WIB
Prosedur Diagnosis Penyakit Batu Empedu
Hotline: 0813-1588-7955

Prosedur Diagnosis Penyakit Batu Empedu

Jika seseoramg mengalami gejala-gejala batu empedu seperti demam dan nyeri di perut kanan atas, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan klinis.

Diagnosis Batu Empedu

Biasanya dokter pertama-tama akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan bagian kanan atas perut, sembari pasien menahan nafas. Jika memang terasa sakit, penyebabnya bisa saja kantong empedu yang meradang.

Untuk membuktikan, dokter akan melakukan tes lanjutan, untuk diagnonis yang tepat. Berikut adalah prosedur selanjutnya yang mungkin dilakukan.

USG

diagnosa batu empedu dengan usgProsedur diagnosa batu empedu yang pertama adalah dengan USG. USG merupakan prosedur yang paling umum dan paling sering di dengar oleh masyarakat umum. Biasanya kita mengetahui USG berguna untuk mengetahui perkembangan janin. Namun ternyata USG juga bisa mendeteksi penyakit batu empedu dan penyakit lainnya, seperti kista dan miom.

Prosedur USG menggunakan perangkat, yang disebut Transduser, yang memantulkan gelombang suara untuk membuat gambar struktur organ. Saat melakukan USG tidak diperlukan anestesi.

Jika memang terdapat batu empedu, maka akan terlihat pada gambar. USG adalah metode yang paling akurat untuk mendeteksi adanya batu empedu.

CT Scan

prosedur ct scanComputerized Tomography (CT) scan. CT scan adalah x ray yang menghasilkan gambar tubuh. CT scan menggunakan kombinasi sinar x dan teknologi komputer untuk membuat gambar tiga-dimensi (3-D).

Pada saat proses CT scan pasien akan berbaring di meja yang akan masuk ke dalam perangkat berbentuk terowongan di mana sinar x ray dilakukan. Teknisi x-ray akan melakukan prosedur di rumah sakit, dan radiolog yang menafsirkan gambar. Anestesi juga tidak diperlukan untuk CT scan.

CT scan dapat menunjukkan adanya batu empedu atau komplikasi akibatnya, seperti infeksi dan penyumbatan pada kandung empedu atau saluran empedu. Namun dalam beberapa kasus tertentu, CT scan dapat saja tidak mendeteksi adanya batu empedu.

Lihat Juga : Operasi Batu Empedu : Jenis, Efek Samping dan Biaya

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Prosedur diagnosis batu empeduProsedur selanjutnya untuk mendiagnonis penyakit batu empedu adalah dengan menggunakan MRI. Mesin MRI menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambar terperinci dari organ tubuh dan jaringan lunak tanpa menggunakan sinar x ray.

Seorang teknisi yang terlatih khusus melakukan prosedur ini rumah sakit, dan radiolog yang akan menafsirkan gambar. Anestesi juga tidak diperlukan untuk mengikuti MRI.

Kebanyakan mesin MRI, pasien berbaring di atas meja yang akan masuk ke dalam perangkat berbentuk terowongan yang mungkin terbuka atau ditutup di salah satu ujung. Beberapa mesin yang lebih baru memungkinkan orang untuk berbaring di tempat yang lebih terbuka. MRI dapat menunjukkan batu empedu yang terdapat di dalam saluran sistem empedu.

Cholescintigraphy (HIDA scan)

prosedur diagnosis batu empeduCholescintigraphy atau yang juga disebut HIDA scan merupakan tes yang menggunakan bahan radioaktif yang tidak berbahaya, untuk menghasilkan gambar dari sistem empedu. Pada saat dilakukan Cholescintigraphy, pasien akan berbaring di meja ujian dan perawat akan menyuntikkan sejumlah kecil bahan radioaktif yang tidak berbahaya ke pembuluh darah lengan pasien. Perawat juga dapat menyuntikkan zat yang menyebabkan kantong empedu berkontraksi.

Sebuah kamera khusus mengambil gambar dari bahan radioaktif ketika bergerak melalui sistem bilier. Seorang teknisi terlatih khusus melakukan prosedur ini di rumah sakit, dan radiolog yang menafsirkan gambar. Anestesi tidak diperlukan untuk melakukan tes ini. Cholescintigraphy digunakan untuk mendiagnosa kontraksi abnormal dari kandung empedu atau obstruksi saluran empedu.

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)

Prosedur ERCP

Credit : Aviva

ERCP adalah tes yang menggunakan sinar x ray untuk melihat ke dalam empedu dan saluran pankreas untuk mendiagnosa adanya batu empedu atau masalah kesehatan lainnya.

Pasien akan mendapatkan obat penenang ringan, lalu perawat akan menyisipkan endoskopi melalui mulut pasien menuju ke dalam duodenum dan saluran empedu. Endoskopi terhubung ke monitor komputer dan video.

ERCP membantu dokter untuk menemukan saluran empedu yang terkena penyakit atau adanya batu empedu. Batu empedu dapat ditangkap oleh alat yang melekat pada endoskopi dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Tes ini lebih invasif daripada tes lainnya dan digunakan secara selektif.

Selain beberapa pilihan tes di atas, dokter juga mungkin menyarankan tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi atau peradangan pada saluran empedu, kandung empedu, pankreas, atau hati.

Itulah prosedur diagnosa penyakit batu empedu yang tersedia, semoga bisa menjadi informasi bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Related Post

Bagikan Info Bermanfaat Ini
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestPrint this page

Leave a Reply